Tentang Kami

Sekilas Tentang Hayatusyarif

Selain pendidikan agama, santri dibekali dengan keahlian dan minat vokasional di bidang; perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan dan teknologi tepat guna. Dengan keahlian tersebut diharapkan santri dapat memiliki keterampilan hidup agar siap terjun ke masyarakat.

Jenjang pendidikan dibagi menjadi 2 tingkat, yakni; tingkat tsanawiyah yang setara dengan SMP dan aliyah setara dengan SMA. Namun sebelum memasukin salah satu tingkat tersebut, seorang santri harus melewati tingkat idadiyah sebagai tingkat penyesuaian pembelajaran di pesentren.

Sejarah Pesantren

Yayasan Hayatusyarif digagas oleh pasangan suami istri Bapak H. Iding Syarifuddin dan Ibu Hj. Tetty Hayati pada tahun 2012 untuk menjalankan wasiat waris pengelolaan badan dengan asset tanah wakaf seluas 4.1 Ha di daerah Waluran mandiri, Kab. Sukabumi.

Diatas tanah wakaf sudah terdapat lahan perkebunan dan pertanian, selanjunta di tahun 2020 dibuka lembaga pendidikan islam dalam bentuk pesantren yang bernama, Pondok Pesantren Hayatusyarif yang telah diresmikan pada 29 Oktober 2020 oleh Dewan Pembina Yayasan, Ibu Hj. Tetty Hayati dan Bapak DR. H. Agu Syabarudin, M.Si,.

Penamaan Hayatusyarif merupakan akronim yang diambil dari gabungan nama pemberi wakaf Ibu Hj. Hayati dan Bapak Syarif/Iding. Hayatusyarif mengandung makna “Kehidupan yang Baik”, oleh karenanya keberadaan pesantren dan yayasan diharapkan dapat memberikan kontibusi yang berarti bagi kemaslahatan umat, sebagaimana yang tertuangan dalam piagam waris para pemberi wakaf.

Tokoh Pendiri

Para tokoh yang berjasa dalam membangun pondok pesantren hayatusyarif

H. Iding Syarifuddin

Pendiri

Hj. Tetty Hayati

Pendiri

DR. H. Agus Syabarudin, M.Si

Pendiri

Visi

Mengembangkan potensi santri agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allaw SWT, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang mampu berkhidmat dalam kehidupan sosial sebagai mundzirul qoum.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, kuat pemahaman agama islam (Islamic knowledge) dan mewarisi nilai-nilai kebangsaan (nation value)
  2. Menguatan pendidikan karakter santri, melalui pembinaan emosional-spiritual (attitude), kepekaan social (social respect) dan pendidikan ramah lingkungan (eco-culture)
  3.  Meningkatkan dan memfasilitasi sarana pendidikan dan wadah pengembangan diri santri untuk menunjang keahlian vokasional/kejuruan (skill and facilities)
  4. Mengoptimalkan peluang kewirausahaan nasional dan internasional dengan potensi yang ada di pesantren (economic starter kit)
  5. Membangun kemitraan dengan masyarakat dan lembaga lainnya dalam upaya mensukseskan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Global Sustainable Development) – (potential space)

Values

Civility

Senantiasa menjunjung tinggi aturan-aturan, norma-norma, adat-istiadat, dan nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat.

Integrity

Menjalankan niat, pemikiran, perasaan dan perbuatan yang baik dan benar, serta keberpihakan (komitmen) kepada yang baik dan benar.

Care

Kemampuan untuk peduli dan membantu orang lain secara adil, penuh penghargaan, dan penuh rasa hormat yang diwujudkan dengan teladan dan pengabdian serta pelayanan dengan penuh kasih-sayang.

Inclusivity

Menghargai perbedaan secara ikhlas dalam agama, keyakinan dan kemampuan serta keunikan diri sendiri dan orang lain.